Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Pornografi di Internet Kian Tak Terbendung
Thursday, 23 October 2008
 Lagi-lagi, anak-anak menjadi sasaran jahat orang tak bertanggung jawab di dunia maya. Sebuah survei baru memaparkan bahwa sekiranya hampir 60 persen anak-anak di Inggris sudah pernah melihat gambar-gambar tak senonoh yang terdapat di situs-situs internet. Berarti sekitar 3 dari 5 anak bisa terkena efek negatif.


Keprihatinan akan makin tak terkendalinya dunia maya untuk anak-anak membuat Nasional Society for The Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) mengusulkan untuk menyertakan sebuah perangkat lunak di tiap-tiap komputer baru agar bisa memblokir gambar-gambar yang mengandung kekerasan atau seksualitas eksplisit.

Rekomendasi dari NSPCC ini juga datang akibat adanya sebuah komentar dari seorang anak di papan pesan situs NSPCC, There4me.com, yang mengeluhkan bahwa ia secara tak sengaja melihat gambar yang tak senonoh dan membuat anak itu ketakutan.

"Aku pernah melihat gambar-gambar yang tak pantas yang sebenarnya tak pernah kucari. Aku sangat ketakutan melihatnya," ujar seorang anak tersebut seperti diberitakan di Big News Network, Selasa (21/10/2008).

Testimoni lain yang hadir di papan pesan tersebut juga mengadukan bahwa seorang anak berumur delapan tahun mengetikkan kata sandi 'gambar-gambar binatang' di mesin pencari. Namun dirinya malah mendapatkan iklan-iklan berbau pornografi.

"Kami mengingatkan bahwa betapa mudahnya anak-anak sekarang untuk mengakses materi tak senonoh di internet. Pengawasan orangtua dengan tingkat keamanan tinggi di tiap-tiap komputer bisa menjadi pelindung mereka," terang penasihat kepolisian Zoe Hilton.

"Kami juga menghimbau kepada para pengecer untuk lebih meyakinkan komputer yang mereka jual, agar dilengkapi dengan perangkat lunak yang bisa melindungi anak-anak, sebelum mereka menjual komputer ke para orangtua," tambah Hilton sekaligus menutup penjelasan.(okezone)
 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News