Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Maling Jual Avanza Seharga 12 Juta Rupiah
Wednesday, 24 February 2010
 Mobil jenis Toyota Avanza dijual seharga Rp 12 juta. Murah benar? Informasi itu beredar di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Apakah surat-suratnya lengkap? Ternyata tidak ada surat-surat alias bodong. Kondisi seperti itu pasti mengundang kecurigaan.  Polisi akhirnya menyusuri informasi itu dengan cara menyamar sebagai pembeli.

"Ketika mendapat informasi ada mobil semurah itu dan tidak dilengkapi surat, anggota saya langsung turun. Dipimpin Kapolsek Siak Hulu Ajun Komisaris Ardinal, tim kami berhasil menangkap dua tersangka, yakni AP (29) warga Pandeglang, Banten, dan DO (26) warga Pekanbaru. Dari tersangka, kami menyita satu mobil Avanza curian dari Banten yang akan dijual di Pekanbaru," ujar Kepala Polres Kampar Ajun Komisaris Besar MZ Muttaqien, Selasa (23/2/2010).

Muttaqien mengatakan, dari pengembangan awal yang dilakukan, ternyata AP dan DO merupakan anggota sindikat pencurian mobil antarpulau. Modus operandi kelompok ini melakukan pencurian mobil di Jakarta atau Banten dan wilayah Riau. Selanjutnya mobil curian dari Banten dan Jakarta akan dijual di wilayah Riau. Sebaliknya, mobil curian dari Riau dijual di Pulau Jawa.

Dari pengakuan tersangka, mereka telah melakukan pencurian enam mobil di Riau pada enam lokasi berbeda. Pencurian terbanyak dilakukan di Pekanbaru pada Januari 2010 sebanyak empat unit. Lokasi lainnya adalah Siak dan Pelalawan. "Komplotan ini memiliki spesialisasi pencurian mobil jenis Toyota Avanza dan Innova. Meski ada juga jenis truk ringan," kata Muttaqien.

Secara terpisah, AKP Ardinal menambahkan, pihaknya masih menelusuri keterkaitan sejumlah tersangka lain dalam kasus itu. Setidaknya ada dua nama asal Pandeglang yang saat ini masih dalam pengejaran. "Penjualan barang bukti hasil mobil curian dikendalikan oleh seseorang yang bernama DP. DP sendiri masih mendekam di penjara dalam kasus narkoba," kata Ardinal. (kompas)

 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News