Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Mobil Terbang Siap Dipasarkan di Amerika
Friday, 12 March 2010
 Terafugia, sebuah perusahaan teknologi yang berkedudukan di Boston, AS, telah menciptakan sebuah mobil yang bisa terbang. Carl Dietrich, CEO Terafugia, mengatakan bahwa perusahaan sudah siap mulai memproduksi mobil terbang tersebut
, tetapi karena di saat yang sama AS sedang dilanda krisis keuangan global, terpaksa keinginan memproduksi mobil terbang secara massal ditunda dahulu.

Ide kreatif membuat mobil terbang sebenarnya sudah cukup lama, seumur cerita kartun Jetsons, tetapi ini bukan lagi cerita kartun, memiliki mobil terbang benar-benar menjadi kenyataan.

Pada bulan Agustus tahun lalu, Terafugia telah membuktikan dengan merilis prototipe terbaru. Berbagai tes dilakukan dan menuai sukses. Sejak itu tim kemudian menyempurnakan desain dan menyiapkan mobil terbang ini agar bisa diproduksi massal dan dinikmati konsumen.

"Saya jamin, desain mobil terbang yang terbaru, jauh lebih seksi dan menarik dibandingkan prototipe mobil terbang sebelumnya," ungkap Dietrich.

Menurut Carl Dietrich, CEO Terafugia, harga mobil terbang ini masih terjangkau sehingga layak untuk diproduksi secara massal.

"Harga mobil ini sekitar 200.000 dollar AS, atau Rp 1.831.200.000. Hanya seharga sebuah Lamborghini. Namun, pilihan ada pada Anda. Jadi, sebelum Anda memutuskan membeli sebuah Lamborghini, mengapa Anda tidak memikirkan sebuah mobil dengan desain seksi, yang bebas macet dan bisa diajak terbang?" katanya.

Dietrich mengatakan, saat sudah banyak orang menghubungi yang memesan mobil terbang. Menurutnya, mobil terbang memiliki pasar yang potensial di masa depan.

"Di Amerika Serikat saja ada lebih dari 5.000 bandara. Sebagian besar dari bandara ini memiliki fasilitas persewaan parkir susun untuk mobil atau taksi, termasuk parkir pesawat pribadi. Mobil terbang desain kami tidak akan menimbulkan masalah." (kompas)




 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News