Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Diancam Dukun, CS Bobol Rekening Nasabah Rp. 18 Miliar
Thursday, 24 February 2011
 Seorang customer service Bank Mandiri di sebuah cabang di Jakarta Selatan berinisial RS ditangkap karena membobol rekening nasabahnya hingga mencapai Rp 18,79 miliar. Tersangka wanita ini melakukan tindak pidana pencucian uang  diduga karena di bawah ancaman tersangka lainnya, JMT alias JMY, seorang dukun perempuan.

Peran JMT ini dibantu oleh BP, seorang pria yang jadi kaki tangan JMT. "Ketiganya terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Yan Fitri Halimansyah, di Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Secara terpisah, Kepala Satuan Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Arismunandar mengatakan, ada hubungan yang terjalin antara RS dan JMT, yakni antara pasien dan paranormal. Tersangka RS yang mengidap penyakit tertentu memilih berobat pada JMT. Setelah sembuh, RS diancam sang dukun. "RS mengaku diancam oleh JMT kalau suaminya akan mati kalau tidak menyediakan uang," kata Arismunandar.

Diancam seperti itu, RS ketakutan sehingga memanfaatkan posisinya dengan menguras tiga rekening nasabah di bank tempat RS bekerja. Pada April 2009 , ia diam-diam mencairkan enam lembar deposito milik korban berinisial MS senilai Rp 11,47 miliar, tabungan milik DE sejumlah Rp 2,8 miliar, selembar deposito milik HR senilai Rp 3,31 miliar serta tabungan milik OK sebanyak Rp 700 juta. "Setelah ditotal, Bank Mandiri rugi sebesar Rp 18.793.500.557 ," kata Arismunandar.

Dia melanjutkan, uang sebesar Rp 18 miliar lebih itu ditransfer dengan memalsukan tanda tangan nasabahnya. Uang tersebut dialihkan pakai aplikasi transfer palsu ke rekening orang lain atas nama BP (anak buah JMT) di bank BUMN lain.

Para nasabah yang baru mengetahui nilai saldo rekeningnya berkurang segera melaporkan RS ke Polda Metro Jaya. Laporan dibuat pada 1 Feb 2011 dengan nomor registrasi LP/394/II/2011/PMJ/Ditrekrimsus. Lalu, polisi menyita 6 lembar bilyet deposito senilai Rp 14 miliar atas nama MS, 6 lembar aplikasi umum berisi perintah pencairan deposito, 17 lembar aplikasi transfer senilai Rp 13,34 miliar dari tabungan MS, 5 lembar formulir penarikan atas nama pemilik rekening BP senilai Rp 1,5 miliar.

Menurut Arismunandar, tiga tersangka dijerat Pasal 3 dan Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan UU No 7/1992 yang diubah dengan UU No 10/1998 tentang Perbankan dan Pasal 263 KUHP tentang Pencurian. (kompas)

 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News