Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Bom Serpong Dirakit dari Hasil Patungan
Saturday, 23 April 2011
 Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, jaringan baru tersangka yang diduga akan melaksanakan rencana pengeboman gereja di Serpong melakukan aksi mereka  melakukan aksi mereka dengan mengumpulkan uang dari masing-masing anggota jaringan.

Namun, Boy belum menyampaikan berapa dana yang dikeluarkan ke jaringan tersebut untuk merakit bom. "Anggaran yang mereka kumpul melalui patungan," ujar Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Sabtu (23/4/2011).

Menurut Boy, jaringan yang sudah terbentuk hampir lima tahun terakhir ini mengumpulkan dana untuk membeli bahan-bahan rakitan bom di Jakarta dan Jawa Barat. Kepolisian menduga, jaringan yang dipimpin P dan J ini membeli bahan bom melalui pasar gelap (black market).

"Tempat pembeliannya black market masih akan kami telusuri lagi," kata Boy. Dalam jaringan ini, tutur Boy, hanya dua sampai tiga orang yang merakit bom, sementara yang lainnya diduga membantu merencanakan dan memberikan subsidi logistik. Adapun IF yang diketahui lebih kenal dekat dengan P diketahui dimanfaatkan nantinya untuk meliput secara langsung aksi pengeboman di Gereja Christ Cathedral, Serpong.

"Sebelumnya mereka (jaringan teroris) grup baru, dulunya nonradikal. Namun, sekarang menjadi radikal," ujar Boy.

Seperti yang diketahui, jaringan ini sudah mempersiapkan bahan peledak berupa karbit sekitar 120 kilogram di kawasan Gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Dalam penyisiran polisi, karbit tersebut diisi dalam 40 plastik, tiga di antaranya terdapat detonator dan timer. Bahan peledak itu ditemukan terkubur berada di gorong-gorong dekat pipa distribusi gas milik Perusahaan Gas Negara.

Bahan dalam wadah lima tas itu dirancang meledak pada Jumat pukul 09.00.



Bom Serpong Sempat Meledak

Paket bom yang diletakkan di gorong-gorong jalur pipa gas PGN yang terdapat di sekitar Gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, Banten ternyata sempat meledak. Namun, ledakan tersebut berasal dari paket bom berukuran kecil sehingga tidak berpengaruh pada rangkaian bom lainnya.

"Ya, memang ada bom dalam ukuran kecil sempat meledak. Yang mendengar (ledakan) saat itu satpam gereja," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/4/2011).

Boy menambahkan, bom tersebut meledak pada Rabu (20/4/2011) malam, sehari sebelum tim Densus 88 menemukan rangkaian bom lainnya pada Kamis (21/4/2011) pagi. "Setelah rangkaian lain ditemukan, satpam itu baru ngeh kalau kemarin dia mendengar ledakan," tutur Boy.

Bom berukuran kecil ini adalah salah satu dari rangkaian bom yang ditemukan Densus 88 saat melakukan penyisiran di wilayah Gereja Christ Cathedral. Dalam penyisiran tersebut, Densus 88 menemukan 40 plastik berisi karbit. Dari 40 plastik tersebut, tiga diantaranya terdapat detonator dan timer. Selain itu, ditemukan juga 5 buah tas ransel yang di dalamnya berisi pipa alumunium sebesar tabung gas.

Sementara itu, Polri telah menetapkan 19 orang tersangka terkait kasus bom buku, bom bunuh diri di Cirebon, serta bom di Gading Serpong. Diantara 19 orang tersebut, terdapat seorang berinisial P yang diduga merupakan otak dari rangkaian teror bom tersebut. (kompas)

 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News