Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Juru Kamera Global TV Ditawarkan Liput Pemboman
Saturday, 23 April 2011
 Seorang kameramen Global TV berinisial IF yang diduga ditahan di Markas Besar Polisi Republik Indonesia sudah bekerja selama lima tahun di salah satu anak perusahaan MNC Group.  News Director Global TV Arya Mahendra mengatakan, IF merupakan kameraman untuk program acara infotaiment.

"IF pernah menjadi kameraman untuk program infotainment selama empat tahun," ujar Arya saat konfrensi pers di salah satu restoran di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2011). Arya juga menjelaskan, IF baru satu tahun belakangan ini menjadi kameraman yang bekerja di studio.

"Dia (IF) kameraman infotainment, latar belakangnya memang infotainment. Satu tahun di studio saja," katanya. Arya menambahkan, IF merupakan seorang yang berprilaku normal selayaknya karyawan lain pada umumnya.

"Menurut informasi yang saya peroleh dari karyawan-karyawan lain, kesehariannya normal-normal saja, tidak ada yang aneh dan biasa saja. Tidak ada sesuatu ciri khas, misalnya yang tersembunyi," tuturnya.

Arya menambahkan, IF yang seharusnya bekerja pada hari Jumat lalu tidak masuk tanpa ada alasan yang jelas. "Harusnya hari Jumat dia itu masuk kerja, tetapi dari pagi tidak masuk kerja tanpa alasan," katanya.

Seperti diberitakan, IF ditangkap di rumahnya di Jakarta, Jumat (22/4/2011) dini hari. Dia ditawari oleh P untuk meliput rencana aksi teror bom di Serpong secara langsung. Selain itu, IF juga ditugaskan mencari jaringan televisi dan media internasional untuk menyiarkan hasil rekaman tersebut.

Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV


Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang.

Lelaki yang diringkus itu berinisial IF, dan disebutkan sebagai juru kamera di studio Global TV. Hingga kini, pihak Global TV belum bisa memastikan karyawannya ikut ditangkap Densus Antiteror 88 ini.

Pihak Global TV segera memastikan kabar tersebut dengan mengkonfirmasi pihak Mabes Polri. Direktur Pemberitaan Global TV, Arya Mahendra Sinulingga, mengaku telah menghubungi polisi untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat pihak redaksi Global TV, Jumat sore.

"Dari nama cocok. Selain itu, kami sudah cek ke keluarganya dan mereka tidak tahu keberadaan yang bersangkutan. Hari ini dia juga tidak bekerja," ujar Arya Mahendra Sinulinggi di Jakarta, Jumat (22/4/2011) malam.

Arya menegaskan lagi, "Secara nama memang cocok. Tapi kami akan cek secara fisik. Malam ini juga kami akan ke Mabes untuk melihat langsung yang bersangkutan."

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Penerangan Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar tidak menjawab pesan singkat dari Tribunnews.com. Namun, Arya mengaku sudah mendapat jawaban dari Boy Rafli. "Iya, Pak Boy membenarkannya," ungkap Arya. (kompas)
 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News