Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Sharing Pengalaman & Review Chevrolet Spin - Bagian 1
Wednesday, 07 August 2013
 Setelah melakukan survei untuk pembelian mobil selama beberapa waktu, akhirnya pilihan jatuh ke Chevrolet Spin. MPV 7 seater ini memang menawarkan sesuatu yang tidak bisa ditolak dari segi fitur, model , dan harga.

Dulu untuk memilih sebuah Low MPV, pilihannya ada pada Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Namun sejak kehadiran Suzuki Ertiga, Mazda VX-1, dan Chevrolet Spin maka pilihan semakin banyak dan beragam.

Untuk pilihan tipe, kita akan dibikin pusing dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan oleh Avanza dan Xenia. Untuk tipe terendahnya (standar) belumlah 'enak' untuk dibeli karena banyak fitur aksesoris interior yang belum ada.

Chevrolet Spin hadir dengan tipe terendah (LS) yang sudah bisa dikatakan lengkap dibanding para pesaingnya. Sebut saja fitur seperti AC 2 baris, tape dengan USB, ECU dan Immobilizer (anti maling), sudah tersedia di Spin 1.2 (1200 CC) LS.

Fitur anti maling dari Spin kami anggap sangat penting mengingat banyaknya mobil low MPV yang menjadi target pencurian karena tidak memiliki fitur proteksi terhadap maling. Secara teknologi dan harga, bisa dibilang Spin adalah juaranya.

Bedanya lagi dibanding para pesaingnya, Spin memiliki pilihan Diesel 1300 CC. Diesel sempat menjadi pilihan favorit di Spin karena ternyata setelah dites, pemakaian solar bisa mendapai 20 km per liter (1:20).

Harga Spin 1.2 LS saat ini ditawarkan dengan harga Rp. 144 jutaan untuk di Jakarta. Tadinya harga tersebut sekitar Rp. 139 jutaan (harga promo), dan mulai naik sejak akhir Juni 2013. Untuk wilayah lain harga Spin cukup beragam, terutama di daerah yang susah terjangkau dikabarkan harganya bisa lebih mahal Rp. 5 - 15 jutaan.



Perbandingan Spin dengan Kompetitornya

Situs Kompas sempat membandingkan 4 buah mobil kategori Low MPV. Dari data yang ada terlihat bahwa fitur Ertiga hampir sebanding dengan Spin.

Kemenangan Spin adalah terletak di bodi lebih bongsor (panjang dan lebar), namun lebih ceper (pendek). Untuk transmisi otomatik (AT), teknologi SPin sudah menerapkan sistem 6 gigi Tiptronik. Sementara pesaingnya cuma 4 gigi.

Demikian juga dengan teknologi mesinnya Spin, yang sudah menggunakan DOHC Dual VVT-i, dan para pesaingnya yang masih DOHC VVT-i.

Berikut data perbandingan tersebut selengkapnya:



Berlanjut ke bagian ke 2...

 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News