Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Sharing Pengalaman & Review Chevrolet Spin - Bagian 3
Wednesday, 07 August 2013
 Pada bagian pertama dan kedua, kami telah membahas beberapa kelebihan dari Chevrolet (Chevy) Spin dibanding kompetitornya. Selain itu kami juga sharing pengalaman membeli Spin dan pilihan warna.  Pada bagian ketiga, kami akan membahas mobil Spin ini lebih detil lagi.

Spin memiliki arti Sprit of Indonesia, dimana nama ini ingin menunjukkan bahwa mobil ini diproduksi di Indonesia, tepatnya di Bekasi. Rencananya mobil ini akan diimpor ke beberapa negara Asia lainnya seperti Thailand.

Di Thailand, Spin sudah diperkenalkan di salah satu ajang pameran. Kandungan lokal Spin saat ini masih sekitar 60%, dan kemungkinan akan ditingkatkan lagi menjadi 80% nantinya.

Di Indonesia ada beberapa panggilan untuk Spin, seperti Chevy Spin, Ipin (karena faktor film Upin Ipin), Pinsel (Spin Diesel), dan Pinsin (Spin Bensin). Nama tersebut banyak dijumpai di berbagai forum dan newsgroup Indonesia.



Fitur Ekslusif dari Chevy Spin

Tampaknya Chevrolet Indonesia mau jaga image dengan tidak memberikan sesuatu yang kurang berkelas untuk semua aksesoris di Spin. Sebut saja di kaca film, standar yang digunakan oleh Spin adalah 3M, dimana kaca film ini kategori kelas atas yang setara dengan V-Kool.

Sebagai pembanding, kompetitornya ada yang menggunakan kaca film Sun Gard (low middle), dan Solar Gard (middle).

Fitur lainnya yang cukup baik adalah audio mobile (tape) yang terintegrasi dengan sistem elektronik mobil. Kami sempat mencoba fitur MP3 lewat CD, dan cukup puas untuk suara audio-nya, walau bass dan treble yang masih sedikit standar dan butuh disetel lagi.

Kita juga bisa mengeset banyak pilihan device untuk fitur keamanan mobil seperti Theft Deterent (anti maling), alarm dan Bluetooth yang bisa terhubung dengan smartphone seperti Android dan Apple. Ada beberapa fitur yang memang tidak dimiliki oleh tipe terendah (LS), namun pada dasarnya hal ini adalah perlu tak perlu.

Hanya yang suka otak atik saja atau yang demen teknologi bisa memanfaatkan fitur ini. Bisa terjadi kesalahan dan kita lupa setting awalnya, bisa ke 'reset ke Factory Default'. Sebaiknya pelajari dan baca buku manual dahulu sebelum Anda otak atik yang satu ini.



Spin Tidak User Friendly?

Banyak yang menganggap bahwa mobil Amerika tidak 'user friendly' ketika dipakai, karena notabene rata-rata orang Indonesia adalah pengguna mobil Jepang. Kamipun merasakan hal demikian.

Rasa tidak 'user friendly' salah satunya adalah penempatan gigi manual R (Rear) atau mundur di posisi yang sama dengan gigi 1. Kita harus menekan semacam tuas kalau ingin mundur, yang bagi kami cukup mengganggu.

Rasa lainnya yang kami tidak begitu cocok adalah central lock yang terletak di tengah-tengah dash board. Pada umumnya central lock ditempatkan pada bagian gagang pintu. Demikian juga dengan lampu yang cara menyalakannya menekan tombol di samping setir.

Bagi yang belum pernah menggunakan mobil Amerika, dan selama ini hanya memakai mobil Jepang, bakalan harus belajar navigasi mobil ini lebih detil.

Namun untuk sisi penempatan dan kenyamanan pengendara, Spin adalah yang terbaik. Pengendara bisa mengatur turun naik bangku, dan jarak antara kaki penumpang depan juga tidak sampai mentok dengan dashboard.

Penempatan USB/AUX juga cukup baik. Tidak seperti mobil Jepang yang rata-rata dicolok langsung, Spin menempatkannya di samping kiri pengemudi. Tersedia juga tempat untuk menaruh handphone dan botol minum. Semuanya terlihat tertata dengan rapi.

Berlanjut ke bagian ke 4...

Artikel Sebelumnya:
- Sharing Pengalaman & Review Chevrolet Spin - Bagian 2
- Sharing Pengalaman & Review Chevrolet Spin - Bagian 1
 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News