Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Mundur dari CEO Microsoft, Steve Ballmer Merasa Gagal?
Saturday, 24 August 2013
 Di bawah kepemimpinannya, selaku CEO Microsoft, Steve Ballmer telah menghasilkan banyak keuntungan untuk Microsoft. 12 bulan lagi, pria ini akan resmi mengundurkan diri.

Pada masa Microsoft masih mengalami masa kejayaan setelah ditinggal sang pendiri, Bill Gates di tahun 2000, Balmer didapuk sebagai nahkoda Microsoft.

Di awal-awal kepemimpinannya sampai beberapa tahun, Ballmer berhasil menaikkan pamor Microsoft dengan bukti keuntungan yang berlipat-lipat setiap tahunnya.

Namun, ketika era sudah berubah, di mana banyak perangkat digital bermunculan dan tidak lagi tergantung pada PC serta operating system Windows saja, popularitas Microsoft mulai tersaingi.

Terlebih lagi, ketika Microsoft berhasil menelurkan operating system untuk mobile yaitu Windows Phone, sebagai pengganti Windows Mobile. Sayangnya, produknya ini tidak banyak menarik minat pasar.

Dari situlah, peran Ballmer sebagai CEO mulai dipertanyakan. Bahkan ketika Apple dan Google menjelma menjadi 2 kekuatan yang belum tertandingi sampai sekarang, Ballmer sering kali mendapatkan kritikan, khususnya dari beberapa investor.



Steve Ballmer Akan Pensiun di 2014

Dalam statementnya seperti dikutip BBC, Ballmer mengatakan, "Dari dulu belum ada waktu yang tepat untuk masa transisi ini, namun sekarang ada waktunya. Kita (Microsoft) memerlukan seorang CEO yang dapat bertahan lama dalam arah baru ini (era digital)."

Namun apabila sedikit dikaitkan dengan menurunnya pamor Microsoft, kritikan akan kepemimpinan Ballmer dan pernyataannya tersebut, mengundang tanda tanya, apakah Ballmer sengaja meninggalkan Microsoft ketika sedang dalam posisi di bawah?

Menurut analisis dari Jack Gold, seorang analis dari J Gold Associates, keputusan Ballmer untuk mundur kemungkinan adalah faktor tanggung jawabnya ketika dia tidak berhasil menjangkau dan meyakinkan pasar.

Di era digital pada saat masa kepemimpinannya, Microsoft telah menciptakan beberapa produk seperti tablet Surface, Windows Phone dan Windows 8, sayangnya, kesemua produk tersebut tidak berhasil raih simpati pasar.

Bahkan, Gold juga secara langsung menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Ballmer ketika era digital sudah menjadi satu hal yang mainstream, Microsoft sudah mendekati garis kegagalan total.

Dan, ketika Ballmer memutuskan untuk mundur, inilah saatnya Microsoft dapat bernafas lagi dengan CEO yang baru. Dengan catatan, harus mempunyai visi dan misi lebih baik dari Ballmer. (merdeka)


 
< Prev   Next >