Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Penipuan Bisnis Properti dengan Janji Untung Besar
Thursday, 28 May 2015
 Perusahaan Royal Primer Internasional (RPI) yang bergerak di bidang properti telah menipu dan merugikan developer dan konsumen. Perusahaan yang berdiri 2011 itu mempunyai anak perusahaan di bidang konsultan  properti, agen pemasaran, pemborong dan pembangunan.

Polisi pun menetapkan para pemimpin perusahaan berinisial IB dan komisaris, CAL sebagai tersangka. Saat ini Direktur Utama RPI, yang merupakan saudara IB sedang dalam pengejaran polisi karena berada di Seoul, korea selatan.

Dalam aksinya, modus yang dijalankan adalah PT RPI mencari keuntungan dengan menipu investor atau pembeli apartemen dalam bentuk investasi masa depan yang menjanjikan keuntungan. Mereka menawarkan berbagai macam keuntungan investasi dan bagi hasil kepada 12 pengembang dengan membeli apartemen dengan partai besar dan kontrak kerja sama.

Di mana PT RPI melakukan pembayarannya dengan menyicil berdasarkan waktu dan besaran yang ditentukan. Namun uang para investor yang masuk ke PT RPI tidak diserahkan kepada pengembang tetapi hanya sebagian. Dengan modus penyerahan uang investor kepada pengembang akan dibayarkan berdasarkan kontrak perjanjian.

Oleh tersangka uang dimasukan dalam rekening, asuransi pribadi dan karyawan PT RPI. Selain itu uang tersebut juga dibelikan rumah, tanah dan kendaraan.

"Ada 1157 korban dari developer dan customer. Total kerugian sekitar Rp 806 miliar," kata Suddit II Fismodev Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kompol Arie di Polda Metro Jaya.

Menurut Arie, para pengembang dan pembeli dirugikan karena uang yang diberikan di bawa lari tersangka. Polisi menyita barang bukti berupa aliran dana dalam bentuk asuransi sejumlah Rp 20 miliar, sertifikat hak milik tanah dan bangunan milik PT RPI, pemblokiran rekening BCA dan Mandiri milik tersangka.


 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News