Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Apple & Samsung KW Masih Berkeliaran di Batam
Monday, 28 September 2015
 Dua pekan usai penggerebekan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, pedagang telefon seluler (ponsel) di Nagoya Hill, Batam kembali menjual bebas gadget palsu  alias KW dari merek terkenal seperti Apple dan Samsung.

Pedagang sama sekali tidak merasa takut, meski produk yang mereka jual adalah palsu. Pantauan di lapangan, seorang pemilik toko berinisial RI mengatakan, razia yang dilakukan kepolisian merupakan modus belaka. Menurut dia, kalau polisi mau serius kenapa tidak langsung saja menangkap oknum pengusaha yang memasok produk KW tersebut.

"Kok hanya konter yang dirazia, kalau mau serius silahkan saja ke pemasok atau pengusaha ilegal yang distribusikan barang ke konter," kata RI kepada awak media.

Ia mengatakan, penjualan ponsel atau gadget KW berbagai merek di Batam merupakan hal yang biasa. Produk buatan China atau Korea itu, kata RI, didatangkan dari Singapura secara ilegal ke Batam.

"Kami menerangkan ke konsumen soal barang pun terang-terangan. Dan saat ini, kalau konsumen tanya yang ori (asli), kami bilang saja yang ori ada di Polda," ujarnya.

Sementara itu, Irwan, pembeli asal Karimun mengaku lebih memilih produk KW. Alasannya, selain murah, produk yang diinginkannya gampang dicari atau banyak yang menjualnya.

"Mendingan yang KW, murah, sedangkan fiturnya sama," terangnya.

Informasi di lapangan, ponsel KW yang ada di Batam didatangkan dari China. Barang ilegal itu masuk ke Batam melalui pelabuhan tikus alias pelabuhan tidak resmi. Pemerintah sama sekali tidak mendapatkan apa-apa, karena oknum pengusaha mendatangkan barang tersebut secara ilegal.

Untuk diketahui, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Syahardiantono mengatakan, kasus penggerebekan ponsel KW merek Apple, Samsung dan Beat tetap lanjut dan saat ini dalam proses penyidikan oleh penyidiknya.

"Kasus masih lanjut, saat ini tahap penyidikan untuk mengetahui pemasoknya. Diharapkan bersabar dulu ya," kata Syahardiantono.

Kasus dugaan pelanggaran hak merek yang dirazia ini berpotensi dihentikan. Hal ini diatur dalam Undang-undang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Saat ini kita melakukan upaya penindakan. Sesuai Undang-undang HAKI, (proses damai) tersebut ada mengaturkan tentang itu. Kita laporkan dulu," ujar kuasa hukum tiga merek yakni Apple, Samsung dan Beat, Greorius Upi yang melaporkan dugaan pelanggaran Undang-undang HAKI.

Dalam UU HAKI Pasal 94 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek itu menyebut para penjual atau yang memasarkan produk tiruan dapat melakukan upaya perdamaian. Dalam perdamaian itu ada kesepakatan untuk melakukan ganti atas kerugian yang ditanggung pemegang merek.


 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News