Home
News Index
Forum
Kirim SMS Gratis!
Search
Download Software
Contact Us

Bookmark and Share







Subcribe RSS Feed
Apple 6s & 6s+ Siap Dijual di Indonesia
Wednesday, 30 September 2015
 Dua jagoan Apple terbaru, iPhone 6s dan 6s Plus, sedang tahap pengujian oleh lembaga yang mengatur izin perangkat radio di Indonesia yakni, Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika  (Ditjen Postel), Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sehingga ada kemungkinan, berdasarkan permohonan pengujian ini, dua iPhone terbaru itu akan segera masuk Indonesia.

PT Apple Indonesia, perusahaan yang mengajukan permohonan pengujian tersebut kepada Ditjen Postel. Pada situs sertifikasi.postel.go.id, Apple Indonesia mengajukan permohonan pengujian dua jenis iPhone yang bernomor model A1687 dan A1688. Dua produk tersebut dibuat di China.

Melalui situs resmi Apple yangmemiliki nomor model A1688 diduga mengacu pada iPhone 6s dan A1687 diduga iPhone 6s Plus.

Sedangkan status dan tahapan proses pengujiannya telah sampai pada SP3 (Surat Pengantar Pengujian Perangkat). Artinya, lembaga sertifikasi telah melakukan verifikasi terhadap surat permohonan sertifikasi yang diajukan, untuk kemudian akan menerbitkan surat tersebut ke Balai Uji yang berada di daerah Bekasi untuk proses selanjutnya.

Balai Uji adalah laboratorium milik negara dan swasta yang dipilih oleh Badan Penetap Direktorat Jenderal Pos dan Komunikasi untuk melakukan pengujian terhadap berbagai alat dan perangkat telekomunikasi.

Selain iPhone sejumlah perangkat lainnya yang juga masuk dalam daftar antrean pengujian adalah Apple TV, Apple Remote, iPad (A1550), iPad (A1538), Apple Watch Demo, Magnetic Charging Cable, iPod, dan lainnya.

Ada beberapa perangkat yang berstatus SP3 namun ada juga yang telah berstatus sertifikat dicetak, yang berarti perangkat tersebut telah mendapatkan izin dari lembaga terkait untuk diedarkan di Indonesia.

Setelah melalui proses SP3, selanjutnya perangkat tersebut akan dites selama maksimal 21 hari. Setelah itu surat hasil pengujian akan diterbitkan pada hari berikutnya. Setelah itu lembaga sertifikasi akan mengevaluasi hasil pengujian tersebut. Apabila setelah di evaluasi perangkat itu tidak layak terbit di Indonesia, maka akan dikirimkan surat penolakan.

Namun sebaliknya, jika perangkat itu lolos, tahapan selanjutnya adalah lembaga akan menerbitkan surat perintah pembayaran (SP2). Setelah semua itu selesai, maka Postel akan melayangkan izin sertifikat penerbitan, yang berarti perangkat tersebut telah melalui semua tahapan pengujian resmi.

Sekurang-kurang seluruh proses dan tahapan pengujian tersebut memakan waktu hingga 1 bulan.
 
< Prev   Next >
Latest News
Most Popular News