| Anggota Pengawal Presiden Bunuh Pacarnya yang Sedang Hamil |
| Wednesday, 03 February 2010 | |||||||
|
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Adex Yudiswan menyatakan, pelaku berinisial LH. Diperoleh informasi, LH sehari-hari tercatat sebagai anggota Pasukan Pengaman Presiden berpangkat prajurit satu. ”Pelaku agaknya tidak mau bertanggung jawab. Dia membunuh korban dengan cara dibenamkan ke parit, yang saat itu sedang penuh airnya,” kata Adex, Selasa (2/2/2010). Terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula ketika identitas korban dikenali oleh keluarga yang mencarinya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Menurut keluarga, Mia terakhir kali pergi bersama pacarnya, LH, pada Selasa (26/1/2010). ”Sejak itu Mia tidak pernah pulang dan sulit dihubungi,” kata Adex. Dari pengakuan tersangka, mereka berdua jalan-jalan ke Ancol. Di sana terjadi cekcok, dan tersangka memukul wajah korban. Korban lalu ditenggelamkan ke parit dekat Dufan. Dari hasil otopsi dijelaskan, Mia tewas karena penyebab yang identik dengan tenggelam. Di dalam lambung dan tenggorokannya terdapat lumpur. Mengenai janin yang sempat keluar dari rahim dan tersangkut di celana Mia, Adex menyatakan bahwa itu karena proses pembusukan. Karena tekanan, janin itu keluar dengan sendirinya. Mayat di Ancol Lahirkan Orok di dalam Celana Mayat perempuan hamil yang ditemukan tewas membusuk di dalam area Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pagi tadi ternyata telah melahirkan. Orok yang juga telah tewas itu ditemukan berada di dalam celana sang ibu. "Pas dibuka celananya ada bayi. Panjangnya sekitar 20 cm," ucap Ketua Tim I Reserse Polsek Pademangan, Jakarta Utara, yang enggan ditulis identitasnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat lalu (29/1/2010). Ia menjelaskan, perempuan berumur sekitar 30 tahun dengan tinggi 165 cm itu diperkirakan telah tewas dua hari yang lalu. Saat ditemukan, perempuan itu mengenakan kerudung, baju, dan celana yang serba hitam. "Kulitnya kuning langsat. Diperkirakan dua hari yang lalu meninggal," ucap dia. Apakah ada saksi yang melihat hal yang mencurigakan di lokasi dua hari yang lalu? "Tidak ada," jawabnya. Seperti diberitakan, mayat perempuan itu
ditemukan terapung di saluran air 200 meter dari Gerbang Utama Barat
Ancol oleh petugas kebersihan. Mayat kemudian dievakuasi polisi ke RSCM. ![]() Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal Marciano Norman. Pada Selasa (2/2/2010) malam ini LH telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer Tangerang untuk dilakukan tindak lanjut. Hal itu ditegaskan oleh Marciano dalam keterangan pers di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jabar, Selasa malam.
Menurut
Marciano, antara pelaku dan korban sebenarnya dalam proses menuju
pernikahan yang akan dilakukan bulan depan.
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Share on Lintas Berita





