Home
Blog
Forum
News Index
Search
Watch TV Online!
Partner Links
Download Software
WAP
Contact Us


Subcribe RSS Feed


Anggota Pengawal Presiden Bunuh Pacarnya yang Sedang Hamil
Wednesday, 03 February 2010
 Dalam sepekan, polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempuan hamil 7 bulan yang meninggal di dalam parit depan pintu masuk Dunia Fantasi Ancol, Jakarta Utara. Korban yang diketahui bernama Mia Peragawati (21) itu diduga dibunuh oleh pacarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Adex Yudiswan menyatakan, pelaku berinisial LH. Diperoleh informasi, LH sehari-hari tercatat sebagai anggota Pasukan Pengaman Presiden berpangkat prajurit satu.

”Pelaku agaknya tidak mau bertanggung jawab. Dia membunuh korban dengan cara dibenamkan ke parit, yang saat itu sedang penuh airnya,” kata Adex, Selasa (2/2/2010).

Terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula ketika identitas korban dikenali oleh keluarga yang mencarinya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Menurut keluarga, Mia terakhir kali pergi bersama pacarnya, LH, pada Selasa (26/1/2010). ”Sejak itu Mia tidak pernah pulang dan sulit dihubungi,” kata Adex.

Dari pengakuan tersangka, mereka berdua jalan-jalan ke Ancol. Di sana terjadi cekcok, dan tersangka memukul wajah korban. Korban lalu ditenggelamkan ke parit dekat Dufan.

Dari hasil otopsi dijelaskan, Mia tewas karena penyebab yang identik dengan tenggelam. Di dalam lambung dan tenggorokannya terdapat lumpur.

Mengenai janin yang sempat keluar dari rahim dan tersangkut di celana Mia, Adex menyatakan bahwa itu karena proses pembusukan. Karena tekanan, janin itu keluar dengan sendirinya.

Mayat di Ancol Lahirkan Orok di dalam Celana


Mayat perempuan hamil yang ditemukan tewas membusuk di dalam area Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pagi tadi ternyata telah melahirkan. Orok yang juga telah tewas itu ditemukan berada di dalam celana sang ibu.

"Pas dibuka celananya ada bayi. Panjangnya sekitar 20 cm," ucap Ketua Tim I Reserse Polsek Pademangan, Jakarta Utara, yang enggan ditulis identitasnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat lalu (29/1/2010).

Ia menjelaskan, perempuan berumur sekitar 30 tahun dengan tinggi 165 cm itu diperkirakan telah tewas dua hari yang lalu. Saat ditemukan, perempuan itu mengenakan kerudung, baju, dan celana yang serba hitam. "Kulitnya kuning langsat. Diperkirakan dua hari yang lalu meninggal," ucap dia.

Apakah ada saksi yang melihat hal yang mencurigakan di lokasi dua hari yang lalu? "Tidak ada," jawabnya.

Seperti diberitakan, mayat perempuan itu ditemukan terapung di saluran air 200 meter dari Gerbang Utama Barat Ancol oleh petugas kebersihan. Mayat kemudian dievakuasi polisi ke RSCM.

Komandan Paspampres Akui LH Anggotanya

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres Mayjen TNI Marciano Norman membenarkan pelaku dari dugaan pembunuhan terhadap Mia Peragawati (21), yang jasadnya ditemukan di depan Taman Impian Jaya Ancol baru-baru ini, merupakan salah satu anggotanya, yang berpangkat Prajurit Satu berinisial LH (26).


Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal Marciano Norman.

Pada Selasa (2/2/2010) malam ini LH telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer Tangerang untuk dilakukan tindak lanjut. Hal itu ditegaskan oleh Marciano dalam keterangan pers di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jabar, Selasa malam.

 

Menurut Marciano, antara pelaku dan korban sebenarnya dalam proses menuju pernikahan yang akan dilakukan bulan depan.

Sebelumnya, menurut Marciano, berdasarkan pengakuan LH terjadi pertengkaran, korban terlebih dahulu memukul LH yang kemudian dibalas LH. "Korban kemudian jatuh ke selokan dan ditinggal pergi oleh pelaku. Meskipun kami menyerahkan kepada Polsek Tangerang, namun kami memegang asas praduga tak bersalah," ujar Marciano.

Lebih jauh, Marciano mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya rencana pernikahan pelaku dengan korban. "Karena ternyata korbannya adalah calon istrinya, kami juga ikut menelusurinya," tambahnya.

Norman mengaku sudah bertemu dengan keluarga korban yang berasal dari Sumatera Selatan.

Dikatakan Marciano, bila nanti terbukti, Pratu LH akan dipecat. Ia juga mengakui ini kasus yang pertama kali terjadi di masa kepemimpinannya dalam 2 tahun ini. "Saya berharap ini kasus yang pertama dan terakhir pada era saya," tambahnya.

Akibat kasus tersebut, Marciano mengaku kesatuannya tercemar. (kompas)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
Download Gratis: Antispyware - Antivirus - Audio & Video Player - Chat & Messenger - Browser & Internet Tools - Drivers & Patch
Download, P2P, & FTP - Firewall & Internet Security - Image Editor & Viewer - Office & PDF Reader - Utility & Compression