| Terry & Vanessa Selingkuh Berawal Dari Curhat |
| Monday, 08 February 2010 | |||||||
|
Ketika masih di Chelsea, Bridge dan Perroncel tinggal serumah di Oxshott, Surrey, pinggir selatan London. Rumah mereka tak jauh dari rumah Terry dan istrinya, Toni. Setelah pindah ke Manchester City pada Januari 2009, Bridge sekeluarga memilih menginap di Hotel Lowry, Salford, di pusat Kota Manchester. Hidup di hotel bintang lima ternyata membuat hidup Perroncel bagai burung di sangkar emas. Perroncel bukan tipe wanita yang suka hidup glamor ala Wives and Girlefriends (WAG), sehingga ia tidak royal berbelanja ketika suaminya pergi bekerja. Maka, hari-harinya dihiasi oleh kesendirian di dalam hotel. Hidupnya makin tak nyaman karena ia dan Bridge sudah menghadapi masalah berat selama 1,5 tahun. Untuk mencari ketenangan dan solusi terbaik atas masalah itu, Perroncel meminta kembali ke rumah mereka di dekat London. Namun apa daya, hubungan keduanya tak dapat diselamatkan. Keduanya berpisah pada Juli 2009. "Pemain bola sering pergi dan dia (Vanessa) merasa sedikit terisolasi. Segera setelah itu mereka merasa ada jarak antara mereka ketika dia pulang ke rumah dan dia pergi dan banyak alasan hingga hubungan mereka berakhir," kata Naedean Moses, yang mengenal Perroncel selama delapan tahun. Karena Bridge dan Terry berteman akrab, demikian pula Perroncel dan Toni, kabar perpisahan Bridge dan Perroncel itu sampai ke telinga Terry. Bagai ikan diberi umpan, Terry pun berusaha mendekati wanita yang berusia empat tahun lebih tua itu. Dua
pekan setelah Bridge dan Perroncel berpisah, Terry mulai melancarkan
aksi "pedekate" dengan mendatangi Perroncel di rumahnya. Tentu tidak
langsung blak-blakan ingin meniduri mantan kekasih Bridge itu. Kedekatan selama empat bulan itu kemudian menghasilkan janin di perut Perroncel pada bulan September. Perroncel cemas. Wanita yang ditinggal cerai orangtuanya saat ia masih berusia enam tahun itu tak mengira semuanya bakal begini. "Vanessa seorang ibu yang sangat baik dan dia hanya ingin punya anak dari seseorang yang ia anggap serius. Seseorang yang berhubungan lama dengannya. Dia tidak ingin punya anak dari orangtua yang hidup terpisah seperti yang ia rasakan," ungkap Naedean. Dalam kekalutan, Terry akhirnya meminta selingkuhannya melakukan aborsi. Tak hanya itu, Terry bahkan menyuruh Perroncel untuk menandatangani pernyataan tidak akan membocorkan cerita panas mereka kepada siapa pun. Dari sini cerita itu berubah. Perroncel kaget karena suatu hari Terry menyuruh pengacara berbadan kekar mendatangi dan memintanya meneken surat pernyataan tadi. Sikap Terry itu membuat Perroncel tak enak makan, tak nyenyak tidur. Bobotnya pun susut. "Vanessa sedang di taman bermain dengan anaknya ketika mereka (pengacara) mendatanginya. Dia memeriksa formulir dan menandatanganinya karena ia tak akan pernah menceritakan kehidupan pribadi John. Dia sangat kaget ketika cerita itu muncul (karena pengakuannya)," ujar Antonia. Kini rasa sesal
menggelayuti hati Perroncel. Ia sedih karena skandal itu akhirnya
berakibat buruk bagi orang-orang dekatnya. Terry dipecat dari jabatan
kapten Inggris, Bridge menolak masuk skuad "Three Lions" jika Terry
masih di timnas. Hubungannya dengan Toni juga rusak meskipun istri Terry
tersebut menyikapinya dengan dewasa. Ia berharap, Toni mau menerima
Terry kembali. Vanessa & John Terry
"Vanessa bilang kepada saya, dia lebih memlih jadi orangtua tunggal selamanya ketimbang tidak kembali bersama Wayne," ucap Antonia. "Dia benar-benar merasakan betapa kangennya terhadap Wayne." "Vanessa hancur berkeping-keping karena masalah ini. Dia bukan tipikal WAG seperti sangkaan orang, dia benci istilah itu. Dia tidak ingin menyakiti siapapun, dia tidak ingin orang kecewa," kata Naedean. Cerita yang ditulis Sunday Mirror itu berbeda dari fakta yang dihimpun The Sun. The Sun juga menyebutkan bahwa Terry memang berusaha menutupi aib ini dari pemberitaan media. Koran kuning di Inggris itu menyebutkan bahwa Terry menawarkan satu juta poundsterling kepada Perroncel--yang dikabarkan pernah berhubungan dengan lima pemain Chelsea--agar teman kencannya itu tutup mulut. Kesepakatan itu dilakukan di sebuah hotel di mana Terry diwakili oleh dua orang penasihatnya. Terry kemudian membawa kesepakatan itu ke pengadilan dan meminta agar masalah pribadinya tidak diusik oleh media massa. Pengadilan menolak permintaan tersebut dan Perroncel pun mulai mengambil langkah aman. Ia menyewa wartawan terkenal di Inggris, Max Clifford, untuk menuliskan kisah mereka (versi Perroncel). The Sun mengutip pernyataan sumbernya bahwa Perroncel sebenarnya melakukan itu semua karena masalah uang. Setelah berpisah dari Bridge, Perroncel merasa nafkah materi yang diberikan kepadanya tidaklah cukup untuk menutupi kebutuhan hidup anaknya dan gaya hidupnya yang bagai selebriti. Lantas, versi mana
yang benar? Entah siapa yang memulai, yang pasti skandal itu telah
mencoreng sepak bola Inggris, yang semestinya bisa menjadi contoh bagi
anak-anak muda di sana dan juga di dunia. (kompas)
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Share on Lintas Berita






