Manjula Dewi,19, seorang janda kembang ditemukan tewas mengenaskan di
lapangan tak jauh dari kediamannya di Pasar IV, Desa Helvetia,
Labuhandeli, Deliserdang. Jasad korban pertama kali ditemukan sekelompok
anak yang hendak bermain sepakbola.
Sementara pelakunya diketahui
bernama Kiren,22, teman selingkuhannya.
Menurut Sanjai, adik korban, sejak tiga hari kakaknya tidak pulang ke
rumah. Mereka menyangka kalau kakaknya pergi ke rumah temannya.
“Kami sangat sedih. Namun, kami berterimakasih pelakunya dapat
ditangkap,”ungkap Sanjai, di RSU Pringadi Medan. Dikatakan, pihak keluarga sudah mengenal Kiren, pelaku, yang tidak lain
pacar korban.
Korban sendiri sudah diceraikan suaminya sejak enam bulan lalu. Ia
menduga pembunuhan itu dilandasi sikap ngotot korban untuk dinikahi
pelaku. “Kakakku sudah hamil satu bulan. Mungkin si Kiren tak mau
bertanggungjawab, makanya dibunuhnya,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Antoni Rajagukguk, Sabtu
(6/3), membenarkan pelaku sudah diamankan. “Polisi masih melakukan
pemeriksaan terhadap tersangka,”ucap Kanit.
Siswi SMA Disekap & Diperkosa di Losmen
Perbuatan pria bernama Khalid Maskuri ini benar-benar bejad. Pria
berusia 30 tahun ini tak hanya menyekap seorang siswi SMA, tapi juga
memperkosanya.
Kita sebut saja korbannya, Intan,15, tinggal di kawasan Waru,
Sidoarjo. Akibat perbuatannya, Khalid ditangkap anggota Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polwiltabes Surabaya.
Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan
peristiwa ini berawal dari perkenalan korban dengan tersangka di satu
penginapan di kawasan Sidotopo Sidoarjo.
“Setelah kenal, korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini
lalu diajak pesta minuman keras di rumah Dedi, teman tersangka di
kawasan Ngingas, Waru, Sidoarjo,” ujar Anom di Mapolwiltabes Surabaya,
Jalan Taman Sikatan,Sabtu (6/3).
Saat pesta miras tersebut, tak hanya tersangka, korban dan Dedi,
melainkan ada seorang lagi teman tersangka yakni Husni.22. Dalam pesta
miras tersebut, korban terus dicekoki miras oleh tersangka hingga mabuk
berat. Setelah korban mabuk berat, tersangka mengajak korban jalan-jalan
ke Surabaya.
Setelah itu korban diajak check in di salah satu losmen bertarif Rp
30 ribu dengan alasan tersangka Khalid Maskuri tidak sanggup melanjutkan
perjalanan karena mengantuk.
Awalnya, korban tak mau menuruti keinginan tersangka untuk check in.
Tapi korban tak bisa berbuat banyak lantaran tak ingin ditelantarkan di
pinggir jalan oleh tersangka. Nah ketika berada di dalam kamar itulah,
tersangka langsung menutup pintu kamar hotel. Selanjutnya tersangka
memaksa korban untuk melepas pakaian dan celananya.
Tentu saja korban tak mau. Begitu mendapat perlawanan, tersangka
kesal dan memukul wajah korban. Bahkan tersangka juga mencakar wajah
korban. Akibatnya korban tak berdaya dan tersangka dengan leluasa
memperkosa korban.
Setelah puas menikmati tubuh korban, tersangka mengantar korban ke
rumah Dedi di kawasan Ngingas, Waru, Sidoarjo. Begitu melihat korban
yang lebam, Dedi tidak berani mengantar korban pulang. Akhirnya Dedi
menyuruh teman perempuannya yang lain untuk mengantar pulang korban ke
rumahnya.
Terungkapnya kasus penyekapan dan perkosaan ini setelah ayah korban
curiga dengan wajah korban yang lebam. Ayah korban lalu menginterogasi
korban dan akhirnya mengakui jika habis diperkosa Khalid.
Keluarga korban melaporkan kasus itu ke Polsek Waru, Polres Sidoarjo.
Begitu dicek kejadiannya di Sidotopo, kasus itu akhirnya diserahkan ke
Polsek Semampir, Polres Surabaya Utara. Perkara itu dilimpahkan ke Unit
PPA Polwiltabes Surabaya. Tak lama, anggota reskrim Polwiltabes Surabaya
berhasil menangkap Khalid.(poskota)
|