| MUI Terlambat Haramkan Infotainment |
| Thursday, 29 July 2010 | |||||||
|
Mantan suami Maia Estianty itu mengungkapkan infotainment akan bermanfaat jika menyangkan fakta, bukan gosip. Menurutnya, gosip adalah ghibah. "Bermanfaat kalau yang berisi fakta, tapi kalau gosip kan ghibah, ghibah itu haram." jelas personel Dewa 19 itu. Dhani berharap infotainment tidak lagi menyiarkan berita jika tidak terbukti benar. Ia ingin supaya infotainment bisa memilah berita yang layak tayang atau tidak. Nikita Willy Bela Infotainment Karena Mama Bintang sinetron Nikita Willy tak setuju jika infotainment diharamkan. Di mata Nikita, seharusnya infotainment tak perlu diharamkan tapi diperbaiki. "Mungkin jangan terlalu mengorek aib," katanya saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/7/2010). Dituturkan bintang sinetron 'Cinta & Anugerah' itu, infotainment sudah jadi tontonan wajib mamanya. Makanya ia pun tak tahu bagaimana jadinya kalau infotainment tidak ada. "Kalau diharamkan nanti mama saya nonton apa," ucapnya polos. Nikita merasa sampai saat ini ia tidak dirugikan infotainment. Justru menurutnya, seharusnya artis dan infotainment saling tolong-menolong. Dewi Persik Anggap MUI Mencemarkan Bangsa Indonesia Artis Dewi Persik menilai keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
mengharamkan berita gosip tidak tepat. Bintang film 'Tiran' itu pun
menganggap MUI telah mencemarkan bangsa Indonesia."Sekarang kapasitasnya MUI itu apa? Katanya penjaga moral, itu menandakan kalau MUI seperti telah mencemarkan bangsa Indonesia untuk masalah moral," ujarnya saat dihubungi wartawan lewat telepon, Rabu (28/7/2010). Dewi pun menilai keputusan MUI tersebut telah membuat bangsa Indonesia terlihat tidak dewasa. Menurutnya, MUI juga sudah menghina pemerintah. "Ini juga kan bisa menghina presiden kita yang tidak bisa memberikan aturan-aturan yang adil dan membawa masyarakat Indonesia yang bisa menjadi dewasa," jelasnya. Menyangkut hal tersebut, mantan istri Saipul Jamil itu pun sempat membandingkan dunia pergosipan di Indonesia dengan luar negeri. "Paparazzi di sana saja nggak diharamin," ucapnya. Dewi pun berharap supaya MUI tidak terlalu ikut campur dalam hal-hal yang kurang penting. Dewi merasa agama sudah cukup memberikan aturan-aturan yang jelas. "Agama apa pun selalu mengajarkan kita supaya menjaga nama baik orang, menjaga aib orang lain itu pasti. Sesuatu yang menimbulkan kericuhan, perpecahan itu harus dihindari. Tapi nggak usah sampai sana. Segala sesuatu bisa dimusyawarahkan," pungkasnya. (detik)
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Share on Lintas Berita





Artis Dewi Persik menilai keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
mengharamkan berita gosip tidak tepat. Bintang film 'Tiran' itu pun
menganggap MUI telah mencemarkan bangsa Indonesia.